• 5

    Feb

    Mobil Butut Warisan Eyang Kakung

    Ayah. Tak pernah sesekali melihat ayah menangis dihadapanku, tapi kali ini tidak. Terlihat, cairan bening laksana butir-butir kristal yang mengumpul di sudut mata ayah tak terbendung lagi. Aku merasakannya, ada sesesuatu yang dipendamnya dan tak kuasa tertahan di hati. Mungkin dengan keluarnya air mata, rasa pedih di hati ayah bisa sedikit berkurang bahkan melegakan. Ayah orang yang tegar, tegas, dan tabah, dan …tapi malam itu rasa tegar telah terusik. Ya, dengan menangis sebagian orang merasa lebih kuat menghadapi cobaan. Ya, malam itu sedang ada pertemuan dengan saudara ayah, bu dhe dan pak dhe. Aku menyebut di antara beliau dengan sebutan pak dhe dan bu dhe karena Ayah anak bungsu dari empat bersaudara. Tidak sedikit orang bilang bahwa anak bungsu itu cengen, suka ngambek dan ego
  • 31

    Jan

    Tuhan 9 Cm di Ruas Km 99

    Shutdown. Tepat, jam digital di meja menunjukkan angka 21:23, friday, kompi Mac di sudut ruangan pun beristirahat dengan tenang. Tak biasanya diri ini gelisah , ntah mengapa? Dari pagi sampai malam merevisi desain rumah minimalis pesanan Pak dhe Harjo saja tak ada hasilnya, padahal hari senin harus presentasi ke rumah Pak dhe. Ya, malam itu hanya Sebagian Blue print yang telah tercetak. Nikmat sesaat. Bersiap pulang ke Jakarta, ku matikan AC ruangan sembari menggeser kaca jendela agar udara Bandung dapat menetralisir lembabnya ruangan ini. Sekedar menghangatkan badan di malam itu, ku teguk minuman narcosis sambil menyandarkan punggung di kursi putar. Rasa pahit dan hangat menyatu mengalir dalam rongga tenggorakan ini. Meski sudah istirahat sejenak selama lima menit, rasa ngantuk pun tak
  • 27

    Jan

    Di Atas Gerbong Sore Itu

    Di tengah sesaknya penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) sore itu, terdengar sayup-sayup alunan sebuah lagu. Semula ada canda dan celoteh bercampur dengan suara riuh pedagang asongan yang menjajakan dagangannya, tiba-tiba suasana di gerbong terpecah. Alunan bait-demi bait lirik lagu yang dinyanyikan anak dan ibu itu memang terdengar merdu dan nyaman. Lambat laun hanya suara itu yang menggema di sudut gerbong kereta. Berjalan pelan tepat dihadapanku, seorang ibu memegang bahu anaknya. Diiringi petikan gitar, si ibu tetap bernyanyi dengan pandangan kosong menatap kedepan. Oh tenyata, si ibu seorang tuna netra, tetapi hatinya bak jendela dunia. Di atas keterbatasannya toh masih berjuang demi sesuap nasi untuk anaknya. Hatiku tergoda oleh suara khas si ibu, berusaha mencari uang di saku dan mem

Author

Follow Me