• 11

    Mar

    Tikungan di Ujung Jalan

    Dua kali HP yang digengam Shiva berdering, tetap bergeming memandang lukisan surealism Natalie Shau yang menempel di dinding kamarnya. Ntah apa, butiran air yang mengedap di sudut matanya tiba-tiba menetes, bening. Ada rasa yang bergelayut, asa pun berjalan beriring. Memang aku egois, ku akui itu. Sejak bertemu dan berkenalan secara dekat denganmu 4 bulan lalu, kadar emosiku semakin meningkat. Rasa itu tak pernah ku pendam, padahal tidak dengan orang lain. Aku bisa menghanyutkan secara perlahan, tapi tidak dengan kamu. Muara dari rasa itu terluapkan jua. Kita sepakat menjalaninya tanpa ada ikatan rasa, rasa memiliki. Larut dalam bening rintik hujan, Shiva berusaha mengingat masa pertemuaannya dengan Adiputro; teman, sahabat, kakak, calon pendamping hidup, begitu Shiva menyebutnya. Aku
  • 24

    Feb

    Koridor Cinta

    Haduuh…. telat lagi neh..telat lagi neh… hmmm… mobil butut warisan Eyang Kakung gag mau di starter. Please…please… ayo Jingga, wake up…wake up… aku dah telat neh, please …dong jingga, kamu pasti bisa, masa naik angkot lagi, bus way lagi, capek deeh…. Pintu kelas ku ketok sembari berucap,” Pagi Pak, maaf saya terlambat lagi, mungkin esok hari saya tak terlambat lagi. Kalo diperkenan untuk bisa mengikuti mata kuliah Bapak, dengan senang hati saya mengikutinya Pak. Saya di Mata kuliah Mekanika Tanah II ini sangat ketinggalan Pak, boleh ya Pak?” “Hmm… bagus mengakui kesalahan sendiri, tapi tidak terpuji jika perbuatan itu dilakukan berulang kali. Pagi ini boleh, lusa jika terlambat lagi belajar di perpustakaan saj
  • 16

    Feb

    Muatanku Tak Sebanding Dengan Kangenku

    Awaaas kaaang….gubrak… Sopir mobil plat kuning tak berpenumpang itu tak kuasa mengendalikan laju kendaraannya ketika berusaha menghindariku saat menyeberang. Dan …., warung nasi mbok Imah yang terbuat dari kayu bekas bangunan akhirnya menjadi pendaratannya terakhir. Hancur. Tak semudah membalik telapak tangan. Hari ini membawa uang, besok tidak, entah lusa. Meski hal ini sudah berlangsung tiga bulan tapi syukur nikmat masih melekat dalam hati. Wis ra popow, sabar tur ikhlas senajan pas-pasan, urip nang donya mung mampir ngombe wae. Selagi ngopi di warung wak Dul, tiba-tiba bunyi polyphonic HP jadul menyapa. ” Kang, cepat ke Puskesmas kecamatan ya?!, mas Rosyid mendapat musibah,” Dari kejauhan terdengar sayup suara lelaki yang kukenal. Kemudian suara itup
- Next

Author

Follow Me