Drafter, Layaknya (seorang) Driver

8 Sep 2012

Analogi Jalanan, begitulah admin mobil butut mengistilahkannya dalam tulisan ini.

Setelah 3 hari tertunda mengadakan tes praktek untuk calon pegawai di bagian kami (Departemen Production/Design Eng) untuk seorang drafter dengan aplikasi Auto CAD, akhirnya Jumat pagi terlaksana juga.   Hanya seorang, tapi jika di lihat dari CV (red : Daftar Riwayat Hidup) nya bakalan lolos dalam seleksi ini. Lulusan Sarjana Teknik Industri, menguasai IT dan pernah mengajar program Auto CAD di salah satu lembaga pendidikan dan sederet pengalaman bekerja. Sebelum tes praktek, kami sengaja mengajak berbincang sejenak sekedar melepas ketegangan agar pelamar terlihat lebih rileks.   Meski si calon menguasai salah satu program desain grafis (Auto CAD), tapi kudu di gali dulu untuk penerapannya. Ternyata si drafter (sebut : Tukang gambar) lebih banyak mengaplikasikan dalam gambar bangunan. Dari sekedar obrolan bisa ditangkap beberapa point. Pertama; biasanya drafter yang sering menggambar bangunan cukup menyebut gambar sipil dalam aplikasinya, tapi tak masalah.  Kedua; sebelum memulai paktek, drafter tersebut menanyakan, “Berapa besaran sudutnya?”, sambil menunjuk gambar  kerja sebagai acuan tes.” Padahal, jelas terlihat seperti contoh ilustrasi di bawah ini.

auto-cad

Tanpa memberikan besaran sudut pada gambar seharusnya drafter sudah bisa menerapkannya. Dan yang membuat bertanya dalam diri adalah ketika dafter menanyakan,”Kok kolom untuk perintah tidak ada pak?”. Hmmm…. yang di maksud kolom perintah adalah Command Line Window, padahal cukup menekan Shortcut keys “Ctrl + 9″ sudah keluar menu yang diharapkan, beberapa Shortcut keys lain adalah Ctrl + 1 = Properties, Ctrl + 2 untuk Design Center, Ctrl + 3 untuk Tool Palettes dan seterusnya bisa di coba sendiri.

Dari beberapa menit dapat disimpulkan bahwa drafter tersebut belum mengusai medan yang akan dijalaninya. Tapi mengapa kok dia bisa jadi Tutor di Lembaga Pendidikan memberikan kursus program Auto Cad? Whaaduuh . . . berat jadinya kalo begini hehehe……

Driver, atau biasa di sebut seorang pengemudi kendaraan diharapkan dapat menguasai dan terampil dalam mengemudikan kendaraan di ruas jalan, tak kalah pentingnya adalah mentaati peraturan lalu lintas demi keselamatan diri dan orang lain. Seperti judul di atas, Drafter, Layaknya (seorang) Driver. Sebelum mengaspal di ruas jalan selayaknya pengemudi itu mempunyai Surat Ijin Mengemudi (SIM). Dengan mengantongi SIM, pengemudi sudah dinyatakan lolos uji, memenuhi persyaratan dan telah tercatat secara administrasif di Kepolisian. Jika masih nekad tanpa SIM, bisa kena semprit oleh pihak berwajib ketika ada operasi di jalan :)

Yakin, Tidak sedikit pengemudi yang tak mempunyai SIM, bagi mereka mungkin tak masalah, tapi akan menambah masalah jika mengadapi kendala di jalan. Lha trus persamaan drafter dengan Driver apa? Persamaannya adalah kudu terampil, menguasai medan, berpengalaman dan profesional hehehe…..

Layaknya Driver yang sudah digolongkan dalam memperoleh SIM, sebut saja SIM A syarat tanda bukti untuk pengemudi kendaraan roda 4 (mobil). Meski Pengemudi yang sudah mengantongi SIM A yang terbiasa pegang stir dengan transmisi manual belum tentu terampil duduk mengendarai mobil automatic. Nah, disinilah letak benang merahnya hehehe…. kok yo mbulet tenan.

driver

Bisa anda bayangkan jika drafer tadi menjelma menjadi driver, admin mobil butut bisa ketar ketir (kawatir) jika berada dalam satu kabin di mobil yang belum pernah/ kurang familiar dengannya. Untuk menyalakan lampu sein saja harus bertanya, mestinya raba dulu mobil tersebut, kenali dan pahami seluk beluk fitur yang ada di dashboard, gampang toh. Yang lebih mengawatirkan jika belum paham cara oper gigi automatic padahal si driver sudah siap di belakang kemudi :)

Admin menganggap bahwa drafter dan driver adalah seorang yang profesional, bekerja sesuai dengan tempat dan tepat pada posisinya. Jika drafter menguasai pekerjaan yang dia kuasai tak akan terjadi seperti cerita di atas, begitu pula dengan driver.  Driver yang belum pernah mengendarai mobil transmisi cukup bilang, “Pak, saya belum pernah menyetir mobil dengan transmisi otomatis, kalo manual saya bisa”. Nah, khan lebih enak begitu dari pada sekedar mencoba dengan tekat yang bulat :)

Ingat lho, kisah di atas menceritakan (seorang) Drafter bukan Drifter  :)

Salam hangat slalu :)


TAGS lowongan pekerjaan drafter driver


-

Author

Follow Me