Mudik Aman dan Nyaman

10 Aug 2012

Pak Jo tak mau menanggung resiko kedua kalinya ketika mudik bersama dengan istri dan anak semata wayangnya. Tahun lalu, Pak Jo sengaja ‘nekad’ mengendarai motor bebek kesayangan untuk sekedar bersua dengan keluarga besarnya di Kutoarjo. Yang terjadi adalah, Pak Jo dan keluarga tak jadi berkumpul lantaran terjadi musibah di tengah jalan, motor yang dikendarainya terserempet mobil dengan modus tabrak lari.

Mudik, istilah pulang kampung halaman tuk bersua dan bercengkerama dengan sanak keluarga. Bersilahturahim, mempererat hubungan yang selama itu jarang ………dengan sanak keluarga, terutama sowan kepada orang tua, itulah yang terpenting di benak para pemudik.

car-carrier-motor-1Pemudik memang punya cara masing-masing untuk sampai ke kampung halaman, dari yang menggunakan kendaraan pribadi, sewa, sampai menggunakan alternatif angkutan moda darat, laut dan udara. Namun, semuanya butuh modal yang cukup.

Untuk pemudik yang sedikit menghemat bea perjalanan, salah satu cara yang ditempuh adalah menggunakan sepeda motor. Ya, Sepeda motor memang cukup gesit untuk bisa mengurai kemacetan terutama H-3 sampai H-0. Dapat dihitung secara matematik jika jarak tempuh Jakarta - Kutoarjo kurang lebih 500 km dapat dipastikan kita hanya menghabiskan bea BBM 10 liter (1 : 50) berarti untuk bea BBM saja hanya menghabiskan Rp. 4500 x 10 liter = Rp. 45.000, relatif murah khan jika dibandingkan pemudik memilih alternatif moda lain, apalagi jika bermotor dengan dua orang.

Persis seperti yang dilakukan Pak Jo tahun lalu, bahkan Pak Jo berkendara 3 in 1, waduuh…. bisa anda bayangkan perjuangan pemudik di negeri ini. Alhasil, tak sedikit pemudik yang memakai kendaraan bermotor mengalami musibah yang tak diingkan, akibat faktor diri sendiri, orang lain dan faktor alam. Ketiga faktor itu tak dapat dipungkiri lagi dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan di ruas jalan ketika mudik. Lelah, kasus tabrak lari dan cuaca yang kurang bersahabat.

Bukan rahasia umum jika pemudik menggunakan motor untuk pulang kampung tuk sekedar dapat menghemat biaya perjalanan, namun di sisi lain jika membawa kendaraan sendiri semisal motor memang dapat dipergunakan sowan antar keluarga beda tempat dengan cepat tanpa menggantungkan sewa transportasi lain. Ya, itulah sebuah pilihan.

Pak Jo dan istri tak mau mengulangi nasib serupa di penghujung bulan Ramadhan tahun lalu, untuk itu, Pak Jo sudah menyiapkan anggaran yang cukup untuk mudik. Tahun ini, Pak Jo menggunakan jasa ekspedisi untuk mengangkut motor bebek kesayangan ke kampung halaman. Berbekal 200 ribu, motor bebek dapat dipastikan sudah sampai di tempat tujuan. Lha trus . . .Pak Jo dan keluarga ke kampung naik apa? Seperti rencana Pak Jo semula, Pak Jo tahun ini ingin lebih aman dan nyaman diperjalanan selama mudik. Tiga bulan sebelumnya, Pak Jo sudah memesan tiket Kereta Api jurusan Jakarta - Jogja. Jogja tujuan awal keluarga istri, selanjutkan meneruskan perjalanan dari ke Jogja - Kutoarjo menggunakan bus, karena rumah orang tua Pak Jo persis di jalur antar kota.

Jasa ekspedisi. Dalam rangka mudik, jasa ekspedisi tak mematok bea yang memberatkan pengguna jasa. Bahkan pihak pemerintah menyediakan dengan bea murah jika memang respon pemudik dengan menggunakan motor menyambut dengan positif. Jasa kapal laut pilihan yang tepat untuk pemudik yang kampung halamannya di pesisir. Meski relatif lama jika dibanding jalur darat mengunakan kereta api dan truk (car carrier), namun tetap menjanjikan.

Nah, bagaimana jika ingin mengendarai mobil pribadi di kampung halaman tanpa berdesak-desakan di ruas jalan ketika H-3 sampai H-0, pilihannya tetap pada Car Carrier (mobil gendong) atau Pak sopir anda membawanya sendiri ke kampung halaman dan anda naik pesawat bersama keluarga, gampang khan? Fasilitas yang ada dipergunakan dengan bijak. Trus…. kalo gag punya duit untuk itu? // Ya nabung dari sekarang untuk mudik tahun depan :)

Hati-hati di jalan, ngantuk jangan nyetir - nyetir jangan ngantuk


TAGS lebaran car carrier truk ekspedisi mudik


-

Author

Follow Me