Mau Pipis Kok Ribet

22 Mar 2012

Tertawa lepas ketika menyaksikan Ernest “Comic” Permana monolog dalam lakon KOPER (Komedi di Oper-oper) menyinggung masalah urinoir “sakti di salah satu station TV? Point interestnya adalah pada kamera mungil yang tertanam di bagian atas urinoir tersebut :)

Dalam kesempatan kali ini, ngadmin mobil butut sedikit berbagi tentang perangkat ini, meski terkesan sepele tapi ribet juga kalau tak tau cara memperlakukannya lho :)

Ruangan ber-AC, dingin, rasa ingin pipis tak tertahan lagi sewaktu membahas desain dan teknis pembuatan mobil khusus yang di pesan oleh perusahaan electronics di Pulo Gadung. Dan akhirnya sedikit lega, pertemuan itu usai meski menahan pipis.

Ternyata ruang pertemuan itu tak jauh kamar mandi/WC yang disediakan oleh pengelola gedung. Tempatnya bersih, rapi dan wangi. Karena hanya sekedar buang air kecil, kupikir cukup memilih urinoir. Nah, dari sinilah awal terjadinya kepanikan dalam diri. lho kok, mau pipis aja kok panik?

Urinoir adalah Tempat Pipis yang menempel di dinding diperuntukkan bagi kaum lelaki. Awal terciptanya tempat ini melengkapi perangkat lain yang berada di kamar mandi/WC yang selalu berinovasi. Sebelumnya, para lelaki cukup pipis di kamar mandi atau tempat yang di desain khusus. Dapat di tengok di beberapa musholla, tempat ini masih dipertahankan meski para jamaah berhati-hati ketika pipis, kawatir ada percikan tersebut mengenai tubuh kita.

Beriring perkembangan teknologi, hadirlah tempat pipis yang di desain khusus seperti washtafel. Meski pada awalnya sudah dilengkapi dengan tombol pencet untuk bilas tapi yang diguyur hanya dinding urinoirnya. T’rus untuk mencuci dari najis yang masih menempel bagaimana? Notabene mayoritas penduduk di negeri ini muslim maka untuk menyiasati hal tersebut, perangkat pipis tersebut di tambah pipa kecil untuk kucuran air sekalian untuk membilas najis yang menempel dan mika sebagai tameng menghindari percikan air pipis. Ada air, urusan beres :)

Lain halnya jika pengelola gedung menerapkan WC kering, semuanya pake tisue, jangan sekali-kali mencari gayung di tempat ini, hiaaaa…. asyiikk :)

Lho kok, mau pipis saja kok panik? Ya, iyalah. Ternyata yang pernah diceritakan Ernest itu hanya guyonan cerdas. Masa’ ada urinoir di jaga oleh operator yang memfungsikan kucuran air dari urinoir setelah para lelaki pipis. Saat itu Ernest cerita kalo seseorang pipisnya selesai, si operator yang dilengkapi monitor pengintai tinggal pencet tombol dari ruangannya, selanjutnya air akan keluar dari pipa kecil dengan sendirinya. Lha, kalau begitu si operator mengintip dengan sengaja “senjata” para lelaki dong? hmmm…. just kidding. Bukan comic kalo gag bisa buat plesetan satir :)

urinoir-sensorYang dimaksud Ernest sebagai kamera adalah sensor yang menempel pada urinoir. Sudah banyak supermall dan hotel mempersenjatai urinoir yang dipasang dengan menerapakan sistem buka tutup layaknya jalan di Puncak. Tapi jangan salah, tiap model pasti beda cara meski masih dalam prinsip koridor yang sama. Sensor yang tertanam membaca pergerakan antara 20 - 60 cm dari bibir urinoir, persis seperti parking sensor yang tertanam pada bemper belakang. Dengan jarak yang sudah di atur, sensor itu akan mengeluarkan sinyal bunyi/ kedip lampu ketika bemper mobil kita mendekati sesuatu yang menghadangnya.

Di gedung sore itu, ngadmin mobil butut terlihat panik ketika sensor tak bekerja seperti perkiraan. Biasanya, sensor akan bekerja tatkala kita meninggalkan urinoir itu di luar radius jangkauan, air akan mengalir tanpa komando kita. Tapi, masa’ gag cebok, jorok, iiihhh…..

Seperti biasanya ketika menjumpai urinoir sistem buka tutup seperti itu, iseng dulu menempelkan tangan ke permukaan sensor tersebut. Tes …, keluar air berarti aman terkendali. Tertanya, untuk kedua kalinya setelah pipis, telapak tangan yang semula bisa mengakali supaya air itu keluar tepat pada waktunya tak berjalan sesuai skenario. Air tak mau mancur. Lho…lho..lho..lho…piye ki. OMG, toleh kanan kiri menghidari malu sesaat jika beradu pandang dengan sesama pemakai toilet, akhirnya ku geser sedikit badan ini. Hiaaaa…. air pun mancur, uaseem tenan ….

Hal yang sepele, tapi jika tak ada sosialisasi tertulis untuk pengguna toilet tersebut bisa-bisa jadi bahan guyonan konyol. Memang menghemat penggunaan air, tapi jaman sudah modern kok masih ribet untuk urusan pipis :)


TAGS kebersihan toilet


-

Author

Follow Me