Nyengklak : Gaya Miring

7 Mar 2012

Mas Dul (bukan nama sebenarnya) agak sewot mendengar omongan pacarannya lantaran foot step (pijakan kaki) motor bututnya terlihat miring sebelah ketika di parkir di pelataran rumah calon mertuanya,” Mas, abis mboncengin siapa hayo ?”.

Ketika googling, ternyata banyak juga kata “Nyengklak” dipergunakan dalam menyisipkan sebuah tindakan dalam konteks tertentu . Seperti penggalan kalimat : Wakil rakyat hanya bisa nyengklak jabatan . . . ; penari sudah nyengklak sampur ; Tuh enake kayak nyong, tinggal nyengklak busway dari blok m ; dan masih banyak contoh lainnya.

Dalam bukunya, Pak Poerwadarminta memberikan padan kata arti tersebut menjadi “nunggang”. Dengan demikian, untuk contoh di atas dapat diartikan bahwa nyengklak itu berarti numpang, naik, bonceng (motor), ….. silahkan menambah sendiri :)

Nah, tulisan mobil butut kali ini hanya membatasi istilah nyengklak yang kerap kali dipergunakan ketika seorang diri atau berboncengan hendak mengendarai motor/sepeda. Untuk telinga orang jawa, istilah ini memang sudah tak asing lagi, sendiri atau dengan orang lain istilahnya tetap “nyengklak”.

Status pic. pinjeman dari forum detik :)

Status pic. pinjeman dari forum detik :)

Tapi, ada sebagian orang yang menyebut kata tersebut untuk menggambarkan bahwa “nyengklak” itu adalah duduk di jok motor dengan gaya miring menghadap ke kanan - kiri ketika melaju di ruas jalan. Gaya ini masih sering dijumpai di daerah pedesaan, bahkan di beberapa daerah ; perempuan Bali dan Madura ketika mengenakan kain panjang/ jarit masih mempertahankan gaya ini ketika di bonceng.

Beda ketika kaum hawa mengenakan rok panjang bukan kain panjang/jarit, sebagian lebih memilih menghadap ke depan ketika di bonceng, tidak ribet ketika macet dan si pengendara terkesan stabil dalam memacu kendaraannya.

Padahal dalam kaca mata mobil butut, (me)mbonceng gaya samping terlihat feminim dan anggun, Iyo opo ora? :)

Bagaimana dengan si mbah putri ketika naik motor atau sepeda? Lho kok jadi mbawa-mbawa si mbah? :)

Ya, Si mbah harus hadir dalam tulisan ini, karena si mbah putrilah yang menginspirasi gaya ini tetap eksis hingga saat ini. Jika anda lelaki, boleh saja mencoba duduk diboncengan sepeda dengan gaya ini, akan tetapi, mata yang tertuju cepat menstimuli otak, alhasil lucu bin aneh :)

Ya, inilah gaya nyengklak versi mobil butut. Eeit… ada satu pertanyaan yang harus dituntaskan, Mengapa Mas Dul sewot dengan pacarnya, apa hubungannya dengan Foot step yang tegak - miring?

Bisa di tebak secara mudah jika runut membacanya. keyword-nya Foot step miring sebelah. Hanya wanitalah ketika di boceng naik motor duduknya akan menyamping menghadap ke kiri, secara otomatis pijakan kaki sebelah kiripun tak tegak lagi seperti semula. Atau . . . ini semua hanya perasaan cinta yang menghinggapi pacar Mas Dul malam itu sampai terlontar kalimat tersebut? dan terlebih. . . .

Mas Dul sebagai lelaki harus paham masalah itu :)


TAGS sepeda motor sepeda perempuan wanita budaya


-

Author

Follow Me