Barcode Untuk Industri Karoseri

26 Feb 2012

Tiba-tiba Nanda “menghilang” ketika belanja di departement store. EEh… gag taunya dia lagi menempelkan kemasan mie instan ke barcode scaner yang tersedia di tempat itu.

selera-pemberaniBarcode. Dalam ensiklopedi bebas disebutkan bahwa kode batang atau kode palang (bahasa Inggris: barcode) adalah suatu kumpulan data optik yang dibaca mesin. Sudah sering kita jumpai ketika berbelanja di mini market, seorang kasir mendata barang pembelian. Cukup mudah, hanya menempelkan bagian kemasan yang ada kodenya itu di barcode scanner, harga, nama, stock pun akan muncul di layar monitor.

Bisa dibayangkan ketika jumlah barang yang tersedia tidak diidentifikasi, invetarisasi dan pengkodean dengan baik. Tapi hal ini jangan disamakan dengan warung Wak Dul yang notabene sebagai penjual grosiran di kampungnya. Berpuluh tahun, Wak Dul masih menggunakan cara tradisional, mencatat barang datang dan keluar ke dalam buku induknya. Ya, memang bisa, tapi jumlah dan jenis barang yang tersedia tidak sebanyak barang yang ada di mini market atau Departement Store, bahkan produk yang belum terdaftar di bagian terkait pun masih diperjualbelikan di warung tersebut.

Bayangkan lagi, hehehehe…..mestinya tulisan ini judulnya ” Di Atas Bayang-bayang Semu” ya. Next, berbanding terbalik jika produk yang di jual di super market tidak ada kode batangnya, kasir bisa bolak-balik melihat kode barang di buku induknya, atau kasir harus menghafal kode setiap barang yang ada di super market tersebut. ho…ho…hoo….Selain itu, dia harus secara manual memasukkan data untuk diinventarisasi. Ribet.

Dalam industri modern, sudah semestinya pabrikan sekelas karoseri yang menerapkan standar nasional/ internasional melakukan identifikasi barang secara modern, otomatis dan tak perlu ribet dengan entry data yang menumpuk tiap harinya.

Contoh untuk pembuatan sekelas bus, semestinya sudah dapat dipastikan jenis dan jumlah barang/ item yang akan dipergunakan, dari barang terkecil semisal baut sampai material yang berat/besar : plat, lampu-lampu, kursi, kaca kendaraan dsb yang termasuk barang standar untuk pembuatan karoseri sebuah bus tersebut. Bagian PPIC (Production Planning Inventory Control)lah selaku ujung tombak yang membuat dan mengatur lalu lintas barang yang akan diperlukan. Jika bukti /nokta pengambilan barang yang akan di ambil dari bagian gudang sudah tertara barcode, bagian gudang tinggal scan nokta tersebut. Barang yang keluar dan masuk dari /ke gudang sesuai kebutuhan berdasarkan jumlah item dan kode barang tersebut dapat terindeks secara otomatis. Dengan demikian stock barang yang ada pun dapat di kontrol dengan jelas.

Selanjutnya, pihak Inventory Control tinggal mengakses data yang ada dari gudang, begitu juga dengan bagian Perencanaan. Penambahan dan pengurangan item untuk produksi pun dapat secara cepat diketahui dengan pasti. Pekerjaan semakin cepat, tepat, akurat dan dapat mengurangi biaya akibat kesalahan dalam input data secara manual. Nah, keterkaitan antar bagian ini tak terlepas dari dukungan jaringan lokal yang terhubung dalam satu server perusahaan.

Hanya dengan scanner barcode yang diposisikan di bagian gudang, semua bagian yang terkait dapat bekerja secara efektif dan efisien. Nah, bagaimana dengan barang yang tidak standar/ customized , apakah harus di barcode juga?

Tidak perlu di tempel kode batang, tapi tetap ada pengkodean barang tersebut untuk inventarisasi dan identifikasi di kemudian hari.

Seperti contoh kode batang (EAN 13) di atas. Saya membuatnya dengan bantuan aplikasi Corel Draw X4. Caranya : Sorot tool bar Edit - Insert barcode. Setelah tampil wizard barcode, pilih tipe barcode yang akan dibuat. Teknik ini dipilih hanya untuk kepentingan yang bidang garapnya sederhana. Untuk kepentingan perusahaan yang lebih kompleks dapat menggunakan software khusus yang sudah tersedia di pasaran.

Gampang khan membuat barcode sendiri. Yuuk…. kapan-kapan kita mbahas bareng seluk beluk barcode. Nah, t’rus, yang di bawah ini kode apalagi ? hehehehe…..

qr code-mobil-butut

salam hangat slalu :)


TAGS mesin peminda scanner inventory barcode


-

Author

Follow Me