Child In Car [Safety]

10 Jul 2011

child-in-carSuatu hari pasangan eksekutif muda sedang direpotkan dengan urusan dua buah hatinya yang masih balita (di bawah 5 tahun), pasalnya si baby sitter yang biasa mengasuh anaknya sedang ijin pulang kampung. Nah, karena mereka berdua harus masuk kantor dan tidak mau ijin tidak masuk, akhirnya mereka bersepakat untuk sementara menitipkan kedua buahnya di penitipan anak. Sepanjang perjalanan si ibu harus memangku si bungsu dan si sulung duduk sendiri terikat dengan seat belt bersebelahan di kursi tengah. Memang si sulung anak yang tidak banyak polah, lebih asyik bermain dengan robot transformernya, jadi si ibu merasa nyaman walau si bungsu sendiri agak rewel sepanjang perjalanan.

Berbicara tentang mobil/kendaraan pastilah tak lepas dengan komponen pendukung yang namanya sabuk keselamatan. Dalam *pasal 76 disebutkan bahwa :

  1. Sabuk keselamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 huruf e (sabuk keselamatan kecuali sepeda motor), berjumlah dua jangkar atau lebih yang dipasang untuk melengkapi tempat duduk pengemudi dan tempat duduk penumpang di samping tempat duduk pengemudi.
  2. Sabuk keselamatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), harus memenuhi persyaratan :
  • a. tidak mempunyai tepi-tepi yang tajam yang dapat melukai pemakai;
  • b. dipasang sedemikian sehingga tidak ada benda atau peralatan lain yang mengganggu fungsinya.
  • c. kepala pengunci harus dapat dioperasikan dengan mudah.

baby-in-carDari peraturan yang ada dapat ditarik benang merah bahwa setiap kendaraan bermotor harus dilengkapi sabuk keselamatan, Tiga titik pada bagian depan dan dua/lebih pada bagian belakang. Akan tetapi, dari cerita di atas apakah pantas si sulung yang masih balita dikenakan sabuk keselamatan yang dirancang untuk orang dewasa? Karena struktur organ anak balita berbeda dengan orang dewasa, jaringan dan tulang mereka masih lemah dan tak sekuat orang dewasa. Jika terjadi goncangan yang kuat, pengereman mendadak bahkan kecelakaan yang fatal, si anak akan menjadi korban sabuk keselamatan itu sendiri, tertekan bahkan tertarik cukup kuat. Lantas, siapa yang bertanggung jawab akan hal ini? Pastilah si pengemudi atau pemilik mobil yang belum menerapkan keselamatan berkendara bagi anak. Untuk itu sebisa mungkin melengkapi sabuk keselamatan khusus atau kursi khusus yang dirancang untuk balita dengan bahan lunak, lembut dan sesuai dengan struktur organ anak.

Apakah anda pernah melihat stiker di belakang mobil bertuliskan Baby In Car? Sekedar slogan belaka atau memang si pengendara sudah menerapakan keselamatan bagi anak/bayi? Mudah-mudahan Child In Car Safety selalu terpatri bagi kita semua dalam berkendara. Salam Bruumm…bruumm…bruummm…

* pp-44-tahun-1993-tentang-kendaraan-dan-pengemudi


TAGS automotive child in car safety driving safety belt seat belt sabuk keselamatan


-

Author

Follow Me